BAB 8 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN

April 4th, 2011

Jenis-Jenis Keputusan dan Masalahnya

Sebuah Keputusan merupakan pilihan yang dibuat dari alternatif-alternatif yang ada. Banyak orang menyangka bahwa membuat pilihan adalah bagian yang besar dalam proses pengambilan keputusan, tetapi tidak. Membuat pilihan hanyalah salah astu bagiannya saja.

Pengambilan Keputusan adalah proses dalam mengenali masalah-masalah dan peluang-peluang untuk kemudian dipecahkan. Pengambilan keputusanmengharuskan adanya usaha baik sebelum ataupun sesudah dibuatnya pilihan yang nyata.

Keputusan yang Terprogram dan Tidak Terprogram

Keputusan yang Terprogram adalah sebuah keputusan yang diambil untuk menjawab situasi yang serig kal muncul sehingga ketentuan-ketentuan dalam mengambil keputusan dapat dibuat dan ditretapkan. Keputusan Yang terprogram laninya biasanya menyangkut suatu keahlian tertentu untuk mengisi jabatan tertentu, titiik pemesanan ulanguntuk memanufaktur pengecualian inventaris yang melaporkan pengeluaran senilaisepuluh persen atau lebih over budget, seleksi rute-rute pengangkutan untuk mengantarkan produk.

Keputusan yang Tidak Terprogram adalah keputusan yang diambil untuk menjawab situasi yang unik, sulit dikenali dan sangat tidak terstrukturserta membawa konsekuensipenting bagi organisasi. Sebagian besar kepusan tidak terprogram berkaitan dengan perencanaan strategis karena tingkat ketidakjelasannyayang tinggi dan keputusan-keputusan yang harus diambil pun rumit.

Menghadapi Kejelasan dan Ketidak jelasan

Satu perbedaan utama antara keputusan terprogram dann tidak terprogram ada dalm kaitannya dwenhgan tingkat kejelasan dan tidakkejelasanyang harus ditangani manajerdalam mengambil keputusan. Kejelasan adalah situasi dimana semua informasi yang dibituhkan oleh pihak penganmbil keputusan tersedia sepenuhnya.

Risiko adalh situasi diman keputusan memiliki tujuan yang jelas dan informasi yang baik pun tersedia, tetapi hasil dimasa yang akan datang yang berkaitan dengan tiap alternatif belumlah pasti. Namun, informasi yang cukup selalu tersedia bagi kemungkinan diperkirakannya hasilyang sukses unttuk setap alternatif.

Ketidakpastian adalah situasi yang muncul ketika manajer megetauhi tujuan apa yang hendak dicapainya, tetapi informasi tentang alternatifdan peristiwa dimasa yang aka datangtidaklah lengkap. Faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah keputusan, seperti masalah harga, biaya produksi, colume, dan, suku bunga di masa yang akan datang adalah persoalan yang sulit untuk dianalisis dan diperkirakan.Seorang manajer akan berhadapan dengan ketidakjelasan setap harinya. Oleh karena, seorang manajer haus mengendalkan kreativitas, penilaian, intuisi, dan pengalaman untuk menciptakan sebuah respons terhadap persolan tersebut.

Ambiguitas dan Konflik Ambiguitas adalah situasi paling sulit dalam pengambilan keputusan Ambiguitas adalah kondisi dimana tujuan yang akan dicapai dan peermasalahan yang hendak dipecahkan tidaklah jelas, alternatif sangatlah sulit ditentukan dan informasi tentang hasil tidak tersedia. Situasi ang benar-benar ambigu dapat menciptakan apa yang terkadang disebut dengaan masalah keputusan yang gagal. Keputusan yang gagal adalah keputusan yang mendatangkan konflik dan bukan mencapai tujuan serta alternatif keputusan, membuat keadaan yang tidak stabil, tidak memiliki informasi dan link yang jelas diantaraunsur-unsur pentig dalam mengambil keputusan.

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Model yang Ideal dan Rasional

Model Klasik adalah model dalam pengambilan keputusan yang berdasarkan pada asumsi bahwa manjer harus membuat keputusan yang logis yang akan berada dalam kepentingan ekonomi perusahaan. Empat asumsi yang menggaris bawahi model ini adalah sebagai berikut:

§ Pengambilan keputusan bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang sudah diketauhi dan disepakati.

§ Pengambilan keputusan bekerja keras dalam kondisi ketidakpastian, dengan mengumpulkan informasi yang lengkap.

§ Kriteria untuk mengevaluasipilihan alternatif harus diketauhi

§ Pengambilan keputusan adalah orang yang rasional dan menggunakan logika untuk menetapkan nilai-nilai, membuat pilihan, mengevaluasi alternatif, dan mengambilkeputusan yang akanmemaksimalkan pencapaian tujuan organisasi.

Model klasik dalam mengambil keputusan dianggap sebagai model yang normatif, yang berarti bahwa model ini menentukan bagaimana seorang pengambil keputusan seharusnya mengambil keputusan.

Pendekatan lain yang digunakan dalam pengambilan keputusan, yang disebut sebagai model administratif, dianggap bersifat deskritif yang artinya model ini menggambarkan bagaimana manajer benar-benar melakukan pengambilan keputusan dalm situasi yang kompleks, dan bukannya mendikte bagaiman manajer seharusnya mengambil keputusan berdasarkan teori ideal. Model administratif mengandalkan asumsi yang berbeda dari asumsi-asumsi pada model klasik dan administratif ini berfokus pada faktor-faktor diorganisasi yang mempengaruhi keputusan yang dilakukan individu. Menurut Model administratif:

1. Tujuan-tujuan dari pengambilan keputusan sering kali tidak jelas, bertanggung jawab, dan kurang adanya konsemsus diantara para manajer.

2. Prosedur rasional tidak selalu digunakan, dan ketika prosedur rasional digunakan, prosedur ini dibatasi hingga menjadi sebuah cara sederhana dalam memandang masalah yang tidak menangkap kompleksitas dari hal-hal yang sebenarnya terjadi dalam organisasi.

3. Pencarian untuk menemukan alternatif yang dilakukan oleh manajer bersifat terbatas karenamanusia, informasi, dan sumber daya pun bersifat terbatas.

4. Sebagaian besar manajer akhirnya melakukan pemuasan daripada mencari solusi yang paling baik.

Model politik ini sangatlah berguna dalam membuat keputusan yang tidak terprogram ketika situasinya tidak jelas, informasinya terbatas, dan adanya konflik antara manajer tentang tujuan yang akan dicapai atau tindakan apa yang akan dilakukan. Sebuah koalisi adalah sebuah analisis tidak resmi siantara manajer-manajer yang mendukung sebuah tujuan tertentu. Model politik dimulai dengan empat asumsi:

1. Organisasi terdiri dari kelompok-kelompok dengan kepentingan, tujuan, dan nilai-nilai yang beragam.

2. Informasi sering sekali ambigu dan tidak lengkap.

3. Para manajer tidak memiliki waktu, sumber daya, atau kapasitas mental untuk mengenali semua dimensi masalah dam memproses semua informasi yang relavan.

4. Manajer terlibat dalam perdebatan utuk memutuskan tujuan-tujuan dan mendiskusikan alternatif-alternatifnya.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

1. Pengenalan Syarat-syarat sebuah Keputusan

Manajer menghadapi syarat-syarat dalam mengambil keputusan dalam bentuk masalah maupun peluang. Sebuah masalah adalah sebuah situasi dimana pencapaian organisasi gagal memenuhi tujuan yang telah dibuat. Ada beberapa aspek dari kinerja bisnis yang tidak memuaskan. Sebuah peluang adalah sebuah situasi dimana manajer ulai melihat pencapaian organisasi potensial yang melebihi tujuan yang telah dibuat.

2. Diagnosis dan Analisis Sebab-Akibat

Jika manajer dapat mengenali masalah dan peluang yang ada, pemahaman akan situasi bisa disaring. Diagnosis adalah langkah dalam proses pengambilan keputusan dimana manajer menganalisis faktor-faktor sebab akibat penting yang berhubungan denan situasi penting.

3. Pengembangan Alternatif

Tahap berikutnya adalah membuat solusi alternatif yang akan menjawab kebutuhan yang ada dan memperbaiki sebab-akibat yang mendasarinya.

4. Pemilihan Alternatif yang Dikehendaki

Setelah beberapa alternatif berhasil dikembangkan, organisasi harus memilih satu alternatif. Pilihan keputusan adalah seleksi dari arah tindakan alternatif yang paling menjanjikan. Alternatif terbaik adalah yang solusinya paling sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai keseluruhan organisasi, serta mencapai hasil yang dikehendaki dengan menggunakan sumber daya paling sedikit. Memilih antara alternatif-alternatif juga bergantung pada faktor-faktor kepribadian dan kerelaan manajer untuk menerima risiko dan ketidak pastian. Risk propensity adalah kerelaan untuk menjalankan risiko dengan peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar.

5. Penerapan Alternatif terpilih

Tahap penerapan adalah tahap dimana kemampuan manajerial, administratif dan persuasif yang dimilki seorang manajer akan digunakan untuk menjamin bahwa alternatif terpilih akan dijalankan. Kesuksesan alternatif ini bergantung pada bisa atau tidaknya alternatif ini diterjemahkan menjadi suatu tindakan.

6. Evaluasi dan Umpan Balik

Pada tahap evaluasi, yang merupakan bagian proses pengambilan keputusan, para pengambil keputusan akan mendapat informasi tentang seberapa baiknua mereka menerapkan keputusan yang telah mereka ambil dan apakah peneran ini efektif dalam mencapai tujuan mereka.

KERANGKA KERJA KEPUTUSAN PRIBADI

Pengambilan keputusan adalah perbedaan diantara orang-orang yang berkaitan dengan bagaimana mereka memahami persoalan dan mengambil keputusan.

MENGAPA MANAJER MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SALAH

Sebagian besar keputusan yang tidak tepat adalah kesalahan penilaian yang berasal dari kapasitas pikiran manusia yang terbatas dan dalam keberatsebelahan alami yang diperlihatkan manajer selama proses pengambilan keputusan. Dengan menyadari enam keberatsebelahan dibawah ini, manajer terbantu dalam membuat pilihan lebih seksama:

v Terpengaruh Oleh Kesan Pertama

v Membenarkan keputusa-keputusan yang lalu

v Melihat apa yang ingin dilihat

v Mempertahankan status quo

v Terpengaruh oleh kerangka masalah

v Terlalu percaya diri

Mulailah dengan Curah Gagasan

Curah gagasan adalahsebuah teknik yang mengharuskan menggunakan kelompok tatap muka dengan spontan menyarankan berbagai pilihan dalam pengambilan keputusan. Tujuan dari curah gagasan ini adalahuntuk mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Curah gagasan pun memiliki beberapa kekurangan. Curah gagasan elektronik adalah mengumpulkan orang-orang dalam sebuah kelompok interaktif melalui jarinagan komputer untuk memberikan alternatif-alterbnatif; terkadand disebut dengan brainwriting.

Hindari Groupthink

Groupthink adlah kecenderungan anggota kelompok untuk tidak mengutarakan opini-opini yang bertentangan. Ketika para anggota kelompok jatuh ke dalam groupthink, hasrat untuk selalu harmonis mengalahkan pertimbangan untuk mendapatkan keputusan yang berkualitas.

Tahu Kapan Harus Gagal

Dalam lingkungan yang bergerak cepat, manajer yang baik akan berani mengambil risiko dan belajar dari kesalahan, tetapi manajer yang baik juga tidak ragu untuk menghentikanhal ayang tidak akan berhasil. Penelitian telah menemukann bahwa manajer dan organisasi sering kali terus memberikan waktu dan uang untuk sesuatu yang ssudah terbukti akan gagal. Kecenderunngan ini dianggap sebagai komitmen ekskalasi yang berarti terus menerus memberi waktu dan sumber daya keputusan yang gagal.

 

11 Responses to “BAB 8 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN”

  1. louis Says:

    faze@ineligible.sicurella” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðþ!!…

  2. Kyle Says:

    arsenal@escort.austrian” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó!!…

  3. bill Says:

    fleets@pretending.shoreline” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó….

  4. Lonnie Says:

    acey@vicky.teamster” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  5. Joel Says:

    loren@envious.rumors” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  6. marion Says:

    sobbingly@analeptic.juliet” rel=”nofollow”>.…

    hello!…

  7. Terry Says:

    assignee@drovers.nutritive” rel=”nofollow”>.…

    tnx….

  8. julio Says:

    upside@quyne.lil” rel=”nofollow”>.…

    thanks!!…

  9. Everett Says:

    midday@reclassified.promazine” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî!!…

  10. Shaun Says:

    gases@shoes.clarifying” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðñòâóþ….

  11. Shawn Says:

    purchasers@daises.headquarters” rel=”nofollow”>.…

    good info!!…

Leave a Reply